Berdasarkan laporan ANI (Animal Needs Index) 2019, sejumlah spesies hewan diyakini terancam punah. Beberapa diantaranya berasal dari Asia yaitu India dan Indonesia. Tiga hingga empat spesies di India akan punah pada 2019. Dan masih banyak lagi spesies yang terancam punah akibat perubahan iklim. Perayaan kehidupan hewan dan tumbuhan biasanya berlangsung pada Hari Satwa Liar Sedunia setiap tahun. PBB menempatkannya pada 3 Maret. Karena perubahan iklim, banyak dari mereka di berbagai dunia terancam punah.

1. Badak Sumatera

Badak Sumatera di Malaysia mati pada November 2019 yang membuat spesies ini langka. Badak bernama Iman meninggal karena kanker. Kematian Iman membuat badak sumatera semakin langka, dengan hanya tersisa 80 ekor badak sumatera di dunia, khususnya di Indonesia. Badak sumatera ini merupakan badak terkecil di dunia.

2. Paddlefish China

Paddlefish China ini adalah salah satu ikan air tawar terbesar di dunia. Mereka ditemukan di Sungai Yangtze di Asia. Menurut beberapa laporan, ikan ini punah pada Desember 2019. Diperkirakan spesies ini punah akibat penangkapan berlebihan, dan terancam punah pada 2005 hingga 2010.

3. Yangtze Giant Softshell Turtle

Kura-kura cangkang lunak raksasa Yangtze juga ditemukan di Tiongkok. Seekor penyu bernama Xiangxiang mati akibat inseminasi buatan pada April 2019. Hanya ada tiga jenis penyu di dunia yang memiliki cangkang seperti itu.

4. Cheetah India

Menurut laporan ANI tahun 2019, macan tutul India punah bersama spesies lain di India akibat penggurunan – tanah subur menjadi gurun pasir. Macan tutul ini sebelumnya hanya 150 individu. Penggurunan yang intens ini disebabkan oleh penyalahgunaan pestisida dan industrialisasi besar-besaran di area pertanian. Penggurunan dianggap memiliki efek negatif pada rantai makanan.

5. Spix Macaw

Parkit Spix adalah salah satu burung beo langka dan langka yang biasa ditemukan di Brasil. Burung-burung ini terakhir terlihat pada tahun 2016 dan telah dinyatakan punah. Meskipun spesies ini dianggap punah di alam liar, ia masih dilestarikan di cagar alam di Brasil timur laut. Pemerintah juga telah memutuskan untuk membiakkan burung-burung ini.

6. Catarina Pupfish

Ikan ngengat ini merupakan ikan air tawar yang berasal dari Meksiko. Ikan ini punah karena pengambilan air tanah. Ikan ini awalnya ditemukan di alam liar pada tahun 1994, namun karena terancam punah, mereka dipindahkan ke tempat penampungan. Mereka hidup hingga 2012 dan punah pada 2019.

7. Harimau IndoChina

Spesies harimau ini banyak ditemukan di Asia Tenggara sebelum punah. Sebelumnya ada 1.500 ekor harimau. Meski punah, beberapa harimau Indochina saat ini masih hidup di penangkaran. Penyebab utama punahnya harimau ini adalah karena perburuan liar, di Kamboja anda tidak dapat menemukan harimau ini. Beberapa harimau telah dikirim ke Thailand.

Menurut banyak media dan laporan PBB, dunia berada di ambang kehilangan dua pertiga kehidupan liarnya pada akhir tahun 2020. Bahkan spesies liar populer seperti beruang koala kini rentan. Kepunahan yang disebabkan oleh kebakaran hutan di Australia disebabkan oleh perubahan iklim di wilayah tersebut.

Laporan menunjukkan bahwa hilangnya satwa liar akan berdampak negatif yang signifikan pada kehidupan manusia dan seluruh ekosistem. Sumber daya alam terancam oleh aktivitas manusia dan oleh karena itu Hari Margasatwa Dunia 2020 diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran akan masalah ini.

Share Post